Februari 2024 Duduk Sama Rendah Berdiri Sama Tinggi
Duduk Sama Rendah, Berdiri Sama Tinggi merupakan kata yang tepat untuk menggambarkan pengalaman di Rest Area Masjid At Taqwa, Grobogan, Purworejo.
Aku bertemu dengan Penjual Indomie yang berpenampilan preman, namun melayani dengan baik. Kemudian aku bertemu dengan Penjual Jambu Kristal yang berpenampilan Agamis, namun ternyata bermain judi.
Dalam hidup, kita tidak bisa mengatur kita akan bertemu dengan siapa. Orang yang kita anggap buruk kita tidak bisa menghindarinya. Bisa jadi orang yang kita anggap buruk, merupakan orang yang membantu kita.
Dalam hidup kita harus memandang orang dengan sama rata derajatnya. Karena kita tidak tahu betul siapa yang betul-betul baik diantara kita. Hanya tuhan saja yang berhak menilai baik atau buruknya manusia.
Menilai orang dalam hati merupakan hakikat manusia, namun mengeluarkannya dari mulut merupakan pilihan dan tanggung jawab manusia. Buatlah penilaian baik menjadi dorongan, dan penilaian buruk pada orang lain menjadi pengingat.
Ketika aku merasa posisinya lebih tinggi oleh orang lain, harus mengingat sebetulnya orang lain juga sama tinggi. Mereka punya peranan masing-masing, keahlian masing-masing.
Perumpamaan seperti seorang bos yang mempunyai bisnis yang baik, itu juga merupakan jerih payah dari keringat karyawannya. Tidak serta merta hanya kemampuan bos saja.
Komentar
Posting Komentar